Membuat Gambar Panorama

Belum setahun lalu beberapa ahli imaging Belanda yang bernaung dalam TNO Labs, membuat sebuah gambar dengan resolusi terbesar di dunia. Yaitu 2,5GigaPixel! Bagaimana caranya? Padahal kita sama-sama tahu bahwa kamera digital yang banyak beredar saat ini paling tinggi hanya memiliki resolusi 16MegaPixel. Jauh sekali perbedaannya dengan gambar yang dihasilkan.

Jika menggunakan digital back, paling hanya sekitar 25MegaPixel saja. Sampai saat ini memang belum ada sebuah sistem kamera melebihi 100MegaPixel. Apalagi 2,5GigaPixel. Kecuali kamera-kamera yang digunakan untuk memotret luar angkasa.

Namun perlu Anda ketahui bahwa gambar tersebut bukan merupakan gambar hasil interpolasi. Melainkan hasil pemotretan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu gambar tersebut masih sangat memadai ketika dicetak dengan ukuran yang sangat besar.

Biasanya gambar seperti ini digunakan untuk keperluan-keperluan yang sangat khusus. Misalnya dalam bidang komersil untuk pembuatan peta sangat detil atau untuk keperluan pengamatan. Di luar kebutuhan komersil gambar seperti ini juga dibutuhkan dibidang lain seperti halnya keamanan. Detil gambar yang sangat baik ini sesuai untuk keperluan pengintaian atau pengamatan udara.

Oleh sebab itu sebenarnya teknologi gambar digital dengan resolusi yang sangat tinggi perlu sekali dikembangkan untuk beragam aspek kehidupan.

Sudah ada beberapa orang yang mencoba mengembangkan tehnik membuat gambar dengan resolusi raksasa. Namun apa yang telah dibuat oleh ahli di TNO Labs ini adalah yang paling besar.

Salah satu yang dapat dicatat dari keajaiban ini adalah bahwa untuk membuat gambar sebesar 2,5GigaPixel para ahli tidak secara khusus membuat kamera digital sendiri, melainkan menggunakan kamera digital yang sudah umum digunakan para fotografer Yang membuatnya mampu memiliki gambar raksasa tersebut adalah tehnik pengambilan foto itu sendiri yang terbilang sangat rumit dan membutuhkan berbagai macam peralatan yang tidak sedikit. Namun pada akhir pembahasan akan kami tuntun Anda bagaimana melakukannya dengan kamera Anda sendiri. Sehingga bagi Anda yang merasa gambar yang dihasilkan kamera belum mencukupi sedangkan untuk membeli kamera dengan resolusi yang lebih tinggi dana masih terbatas. Maka Anda dapat sedikit mengakalinya dengan cara serupa, tanpa harus mengeluarkan dana yang besar.

Bagaimana Cara Membuatnya?
Kamera yang digunakan dalam proyek pembuatan resolusi super besar ini adalah SLR digital biasa. Yakni Nikon D1x dengan Lensa Nikon AF VR Nikkor 80-400mm f/4.5-5.6D ED. Lalu, bagaimana sebuah kamera SLR digital biasa dapat membuat sebuah gambar sangat besar resolusinya? Sedangkan kemampuan kamera itu sendiri maksimal hanya sekitar 6MegaPixel saja.

Itu artinya gambar raksasa yang berhasil diciptakan oleh para ahli dari Belanda tersebut merupakan hasil penggabungan beberapa gambar. Namun, meskipun demikian bukan berarti gambar yang diambil dapat dilakukan dengan cara biasa. Untuk mendapatkan gambar yang dapat digabungkan menjadi sebesar itu bukanlah sesuatu yang sederhana. Setiap ukuran dan posisi serta kecepatan harus diatur sedemikian rupa, sehingga ketika gambar disatukan, mampu memberikan hasil yang diinginkan.

Dengan suasana cahaya yang sama, dan posisi gambar yang tepat. Oleh sebab itu tidak hanya kamera dan lensa saja yang diperlukan untuk membuat gambar ini. Namun ada
perangkat lain yang harus disiapkan dengan matang. Di antaranya Tripod khusus, penyanggah kamera, alat kontrol gerak khusus dengan motornya, serta beberapa komputer.

Penyanggah kamera yang digunakan di sini dapat digerakan secara otomatis melalui alat pengontrol gerak dengan perhitungan gerakan yang sangat matang.

Selain perangkat keras yang dimodifikasi dengan sangat rumit. Para ahli ini juga menggunakan beberapa perangkat lunak tambahan baik untuk mengontrol gerakan (posisi dan kecepatan) maupun software yang digunakan dalam proses penyatuan gambar nantinya.

Untuk media penyimpanannya sendiri para ahli tersebut tidak menggunakan compact flash seperti kamera digital umumnya, melainkan menggunakan kabel firewire yang langsung terhubung dengan sebuah laptop. Hal ini dikarena kapasitas setiap gambar yang diambil (berformat RAW, untuk memudahkan proses editing nanti) sangat besar.

Sedangkan jika menggunakan sebuah compact flash yang berukuran besar, misalnya 8GB, maka penyimpanan ini akan membutuhkan dukungan format FAT32 yang mana tidak mungkin dilakukan. Oleh sebab itu tim ahli-pun memilih menggunakan kabel firewire.

Proses pemotretan berlangsung selama 1,25jam dengan jumlah foto sebanyak 600 foto. Serta proses penyatuan gambar itu sendiri memakan waktu selama 3 hari penuh.

Membuat Foto Panorama Sendiri
Mengambil gambar dengan cara seperti ini bukanlah hal baru, setahun yang lalu seorang fotografer bernama Max Lyons juga telah mencoba melakukan hal yang sama, hanya saja dengan cara dan hasil yang berbeda. Ia mengambil 196 gambar dengan kamera digital berkemampuan 6 megapixel. Max berhasil membuat gambar dengan resolusi 1, 09 gigapixel.

Berbeda dengan para ahli di TNO Labs yang menggunakan sistem motor khusus untuk menggerakan kamera, Max menggunakan tripod yang lebih sederhana dengan menggerakannya secara manual. Tetapi dalam proses pengeditan dan penggabungan gambar Max menggunakan tehnik yang hampir sama yaitu dengan menggunakan software PTAssembler.

Apa yang dilakukan oleh Max dapat Anda lakukan tentu saja dengan cara yang lebih sederhana lagi. Bukan hanya menggunakan tripod yang dioperasikan secara manual, tetapi software yang digunakan juga lebih sederhana. Saat ini banyak software panorama yang dapat digunakan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Biasanya selain bernamakan
Panorama Tools, software tersebut dinamakan Stitching application. Bahkan saat ini sudah banyak kamera digital yang juga telah dilengkapi dengan fitur stitching (penggabungan) tersebut, baik secara langsung pada kamera maupun pada software pelengkapnya. Kamera-kamera itu tidak semuanya memiliki resolusi yang tinggi dan berupa kamera SLR saja. namun ada juga yang kamera digital poket yang memiliki kemampuan yang sama. Contohnya:

Selain itu hasil yang diperoleh dari proses penggabungan foto tidak akan selalu menghasilkan gambar yang datar. Anda dapat juga memberikan hasil foto yang terkesan melingkar. Selain itu objek yang dapat digunakan juga tidak selalu harus gambar pemandangan tetapi Anda juga dapat mengambil gambar lain seperti foto macro (dikenal dengan sebutan macro panorama).

Dan bagi Anda yang tidak menggunakan kamera digital Anda dapat juga menggunakan kamera manual. Yaitu tentu saja dengan bantuan sebuah scanner gambar tetap harus dipindahkan ke dalam komputer agar dapat diproses kemudian seperti layaknya gambar yang dihasilkan oleh kamera digital. Cara pengambilan gambar dengan kamera manual tidak jauh berbeda dengan kamera digital begitu pula dalam proses penggabungannya.

Sedangkan proses mencetak gambar panorama tidak jauh berbeda dengan mencetak gambar digital umumnya. Hanya saja jika gambar yang dibuat terlalu besar tentu saja harus ada penyesuaian yang dilakukan. Yaitu baik dari ukuran kertas, maupun printer yang digunakan.

Membuat sendiri
Kali ini PCmedia akan mencoba menuntun Anda bagaimana membuat gambar panorama dengan bantuan kamera poket beresolusi 5 megapixel. Dengan bantuan software sederhana pula yaitu Saat ini sudah banyak para produsen kamera digital yang memberikan fitur yang dinamakan Canon PhotoStitch.

Pada kamera produksinya. Fitur yang dinamakan stitch inilah yang dapat Anda gunakan untuk membuat gambar seperti para ahli di TNO labs.

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:

1. Siapkan kamera yang akan digunakan.
Tidak perlu menggunakan kamera yang terlalu mahal atau kompleks, cukup dengan kamera poket biasa saja, Anda sudah dapat membuatnya. Yang penting posisi zoom dan pencahayaan tidak berubah dan hal ini perlu Anda atur sebelum Anda memilih Stitch mode (jika ada). Sebab pada saat stitch mode dipilih biasanya Anda tidak akan dapat mengatur pencahayaan kembali.

2. Untuk mendapatkan gambar dengan hasil yang baik, gunakalah tripod. Dan sebaiknya menggunakan tripod yang dilengkapi dengan informasi level. Dengan adanya fitur ini maka, Anda tetap dapat menjaga posisi kamera dalam keadaan seimbang. Sebenarnya pada kamera kadang fitur ini juga disediakan, namun untuk kamera-kamera sederhana hampir tidak disediakan.

3. Bila kamera Anda memiliki fitur stitching, maka aktifkanlah fitur ini dan lakukan pemotretan sebagaimana yang tertera pada pengaturan fitur tersebut. Namun jika kamera Anda tidak memiliki fitur tersebut, maka ambillah beberapa gambar sebagaimana Anda ingin gambar-gambar tersebut nantinya akan disusun. Asalkan setiap gambar yang berhubungan memiliki bagian isi yang sama setidaknya sampai ±50%. Hal ini untuk memudahkan software pada saat proses penyatuan nantinya.

4. Lakukan pula semua pemotretan dengan Atur kamera Anda pada posisi mode Stitch. Lalu pilih bentuk stitch yang diinginkan apakah kesamping, kebawah ataukah kedua-duanya. Setelah itu foto setiap bagiannya. Perlu diperhatikan bahwa setiap bagian gambar yang akan saling berhubungan harus memiliki kesamaan bagian gambar setidak 30%-50% agar proses penggabungan dapat berjalan lancar. Selain itu gambar-gambar yang akan tersusun harus memiliki keadaan cahaya yang sama.

5. Lalu pindahkan gambar yang sudah diambil ke komputer.

6. Kemudian jalankan program Foto Stitch yang Anda miliki. Lalu mulailah menyatukan gambar.

7. Setelah gambar bersatu, lakukan proses cropping. Hal ini agar gambar memiliki ukuran yang sesuai. Setelah selesai simpan gambar dan lihat hasilnya. Meskipun berbeda dengan yang para ahli lakukan, namun setidaknya Anda sudah mampu menciptakan gambar melebihi kemampuan resolusi yang kamera Anda miliki.

Dikutip dari berbagai sumber

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment